Asisten yang “Moody”

Haduh, beginilah wanita. Tanpa pengaruh hormon saja mood nya bisa berubah tiap menit tergantung pada suasana hati. Apalagi si Miss H (hormon) sedang bergejolak ya? Saya sarankan orang-orang disekitarnya lebih baik menyingkir atau baik-baikin si wanita tersebut daripada kena semprot. Hhehheehehe..😛

Sebenarnya saya juga termasuk salah satu dri wanita yang disebutkan di atas. Suasana pagi yang kurang enak bisa menyebabkan seharian saya bete. Nah apa lagi kalau sudah waktunya menstruasi. Matilah tuh mood baik. haha.

Masalahnya adalah profesi saya sebagai asisten dosen di Lab di sala satu Fakultas di kampus saya yang mengharuskan saya 7 kali dalam 5 hari untuk selalu bertatap muka dengan mahasiswa pada kelas praktikum. Apa jadinya kelas praktikum jika asistennya dikit-dikit marah?

Image

Untuk menanggulangi hal tersebut, ya berkali-kali saya istighfar dan harus ingat bahwa kita harus profesional dalam bekerja dan mengabdi. Apalagi mengajar adalah slah satu proses transfer ilmu yang bukan hanya di dunia saja kita dapat gaji, tapi di akhirat nanti juga dapat bonus dari mengajar tersebut. Tapi apadaya, kadang-kadang mood yang jelek ditambah rasa malas semakin menjadi-jadi. Nah, kalau sisi negatif ini yang menang, biasanya saat praktikum saya hanya sesekali berkeliling bertanya kepada praktikan apakah ada kesulitan, dan jika ada yang bertanya kadang saya jawab saja sekenanya (eh, tapi gak ngasal juga lo jawabnya😀 ). Atau kadang jika ada banyak asisten junior lain yang ikut membantu praktikum, yasudah saya tinggal duduk manis di belakang sambil ngenet. heehee.

Nah kemarin saya kena batunya, saat itu praktikum sore, mood saya sedang buruk seburuk-buruknya karena baru hari kedua menstruasi. Alhasil daripada saya meledak-ledak lebih baik saya ngenet di belakang sambil twitteran. Sialnya, tiba-tiba datanglah dosen dari belakang,trus negur saya “Loh, kok chatting mulu.” Waduh, saya langsung salah tingkah dan mulai cari-cari alasan. ahhahahahaaaa… mampus.

Sejak saat itu saya jadi kapok main-main laptop pas praktikum. Mending laptopnya saya tinggal di ruang kerja daripada tergoda untuk ngenet. hehhe. Nah, besoknya, mood saya berubah 180 derajat menjadi super baik. Dua kali pertemuan praktikum dalam satu hari dari pagi sampai jam 5 sore saya senyum-senyum terus, sesekali bercanda dengan praktikan, dan membantu mereka sedetail-detailnya. Bahkan kadang jawabannya pun saya kasih tahu. Dan rasanya menyenangkan.

Ah, rasa-rasanya saya jadi bersikap tidak adil dan mendzolimi praktikan lainnya. mereka kan kuliah juga sama-sama bayar, tapi pelayanan yang saya berikan kurang maksimal. Sayangnya yang lalu sudah tidak bisa diulang lagi kan? Intinya mah mulai dari sekarang hilangkan sisi “asisten yang moody” dari diri saya. Ingat mengajar itu ibadah! Dan ingat bahwa ini adalah masa pembelajaran jika nantinya saya ingin menjadi seorang dosen! Semangattttttt..😛😛😛

(sumber gambar: http://www.ctcl.org/colleges/st-johns-annapolis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s