Me and My Little Brother – The Falling Leaf Doesn’t Hate The Wind

 
 Lagi-lagi buku Tere Liye.. Yup, baru kemarin malam saya bisa membaca buku tersebut karena kebetulan saya belum punya anggaran untuk mengoleksi buku baru sehingga mesti cari sana sini untuk pinjam. Hehehe..😛

Kali ini saya tidak akan menulis resensinya, karena saya yakin pasti sudah banyak  blog atau artikel yang membahas isi buku ini. Jadi saya lebih memilih untuk meceritakan pengalaman saya sewaktu membaca buku tersebut.

Buku ini saya baca hari Sabtu malam kemarin, bertepatan dengan partai El Clasico, dari pukul 23.00 WIB-02.00 WIB. Yak, dari jam 11 malam sampai jam 2 pagi. Gara-gara buku tersebut saya jadi tidur jam 3 pagi! (seandainya ada TV dikosan pasti udh lanjut nonton Madrid vs Barca) hehehee.

Dan seperti biasa sama halnya ketika membaca buku Tere Liye yang lain, saya sukses dibuat mewek walupun gak parah. hehehe, as always. Dari beberapa tokoh yang ada di buku tersebut, saya merasa menjadi seorang “Tania” dalam hal tanggung jawab terhadap adiknya “Dede” serta ambisi-ambisinya.

Ya, Tania memiliki saudara laki-laki bernama Dede, dan kasus ini sama dengan saya yang juga punya adik laki-laki bernama Hari. Saya tiga bersaudara, kebetulan saya anak kedua, punya seorang kakak perempuan dan seorang adik laki-laki. Semenjak kecil saya sangat dekat dengan adik saya tersebut. Waktu dia masih bayi, keluarga saya masih hidup susah (dulu saya masih SD) dan sering ngemong dia jika ditinggal bapak ibu bekerja. Kakak saya cenderung tertutup sehingga otomatis saya lebih dekat dengan adik saya.

Dari dia TK hingga Sd saya selalu membimbing dia dalam segala hal, mulai dari belajar, bersih-bersih rumah, mencuci, menyetrika dsb. Bisa dibilang saya memberikan pengaruh yang cukup besar kepadanya. Bahkan hingga dia berumur 15 tahun, setiap pulang sekolah, yang pertama dia pegang adalah SAPU! Ya, sapu, bukan ke dapur atau yang lainnya. Sepertinya itu sudah menjadi kebiasaan dia karena dulu waktu dia kecil suka saya marah-marahi jika saya pulang sekolah  tapi rumah kotor padahal dia sudah ada di rumah lebih dahulu. Kadang-kadang saya suka menyesal jika ingat kalau dulu saya terlalu diktator kepada dia. Bayangkan dia masih SD, sedangkan saya SMA (kakak saya kuliah di luar kota), tapi saya suka ngomel-ngomel ke dia karena dia tidak mau membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Padahal kan seharusnya itu wajar karena dia memang anak laki-laki.

Pernah dulu dia menangis ketika mugkin baru beberapa menit sampai rumah selepas pulang sekolah, kemudian saya sampai rumah juga, sama-sama habis pulang sekolah. Karena rumah sangat berantakan (maklum ibu setiap pagi berjualan nasi warteg dan jam 7 sudah harus masuk kantor jadi rumah suka berantakan terutama dapur karena tidak sempat beres-beres), saya jadi emosi dan ngomel-ngomel ke adik saya. Tiba-tiba dia langsung ambil sapu dan menyapu rumah sambil menangis! Ya Allah, jika saya ingat saat itu rasanya ingin menangis. Jahat sekali saya waktu itu.

Sejak saat itu saya mulai melunak. Sebenarnya saya berubah menjadi monster hanya setelah pulang sekolah, selepas itu saya menjadi kakak yang baik. Mengajari dia mengerjakan pr, nonton TV bareng, meng-influence dia dengan beberapa musik rock (hingga saat ini dia suka sekali dengan J-rocks, DT, Avenged 7 folds, White Lion dsb padahal dia baru kelas 3 SMP), dan banyak lagi. Dan ketika anak laki-laki semumurannya suka dengan lagu band ecek-ecek, dia punya selera lain. Ketika anak laki-laki lain malu untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, dia setiap hari minggu mencuci pakaiannya sendiri dan menyetrikanya! Ah, saya sangat bangga sekali sebenarnya dengan si bocah itu.

Ketika saya harus kuliah ke luar kota dan hanya pulang setahun sekali, saya tahu prestasi belajar dia mulai menurun. Mungkin karena tidak ada yang membimbing dia belajar. Namun prestasi non akademis dia naik pesat. Dia menjadi ketua kelas saat kelas 6 SD karena cuma dia anak di kelas yang tidak nakal dan berani. Kemudian dia tiba-tiba mendadak jago main piano dan gitar. Setelah SMP, dia lebih rajin belajar. Setiap saya pulang ke rumah saat liburan, setiap malam saya lihat dia belajar. Aktivitas dia selalu sama, pulang sekolah menyapu, makan, istirahat, maen gitar di kamar sambil mendengarkan musik, coba-coba kunci gitar lagu-lagu baru, kemudian malamnya belajar. Sesekali sore dia main kerumah temannya.

Saat ini dia kelas 3 SMP, dan sejak kemarin sedang menempuh Ujian Nasional. Sebenarnya saya sangat sedih sekali karena tidak bisa menemani dia belajar, sedangkan disini saya sering sekali ngeles privat anak orang. Huft, rasanya miris banget. Untungnya sesekali dia sms saya bertanya beberapa mata pelajaran yang dia tidak mengerti…

Oke kembali pada novel di atas.. Saya merasa menemukan tokoh Dede dalam diri adik saya. Seorang adik yang cenderung cuek, namun sebenarnya sangat perhatian dan lebih dewasa dari apa yang kita lihat. Sungguh saya sangat rindu dengan celotehan si bungsu itu. Satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga yang kedepannya akan menjadi tanggung jawab saya.

Selamat menempuh ujian adikku sayang.. Semangat..!!!! Mbak doakan ujianmu lancar dan lulus dengan nilai terbaik!. Aamiin.🙂🙂🙂

Your sister,

Puji

2 thoughts on “Me and My Little Brother – The Falling Leaf Doesn’t Hate The Wind

  1. Maaf, baru ngunjungi balik…

    Duh, sayang banget sama adiknya… (ya iya lah,,, #plaaakkkk!!!)
    Kayaknya g beda jauh, ane juga punya kakak cewe. Dulu waktu pas lagi imut2nya suka berantem tuh qt. Tapi berhubung udah dewasa (ceileee…) jadi inget umur kl mo berantem, hehehe…

    Salam persahablogan juga ya…🙂

    • Hahaha..oke,never mind.
      Iya, berarti emg rata2 setiap kakak/adik itu emang suka berantem ya. Tapi jadi lucu juga pas udah gede trus inget lagi masa2 dulu. hehe

      Makasi atas kunjungan baliknya..
      Salam😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s