Study in Australia – How’s the assignment?

Hi hi😀
Setelah sekian lama vakum, akhirnya sempet juga membelai si mbak blog ini. hehe. Maklum baru selesai ujian, semua assignments sudah di submit, dan sekarang sudah resmi HOLIDAY. yeaayy🙂

Sayangnya, liburan yang singkat (cuma 2 minggu) ini dinodai oleh system kurikulum “3-semester/tahun” yang diterapkan kampus. Pada umumnya, universitas-universitas di Australia menerapkan 2-semester/tahun, mirip-mirip lah dengan kampus di Indonesia. Sayangnya. kampus saya termasuk dari segelintir kampus di Oz yang menerapkan trimester. Dan akibatnya, jadwal liburan dengan teman-teman lain yang study di luar kota jadi berbeda.. dan saya tidak bisa melancong mengunjungi mereka karena mereka sedang sibuk ujian😥

But it’s OK, karena kali ini saya tidak mau ngebahas liburan, tetapi mau menyinggung sedikit tentang dahsyatnya tugas-tugas kuliah di universitas-universitas Australia. Perlu diketahui sebelumnya bahwa program master di Australia dibagi menjadi dua: Master by Coursework dan Master by Research. Kalau master by research berarti ya dua tahun full dia menjalankan penelitian dia dan menulis thesis,dan ada kemungkinan untuk mengambil satu-dua mata kuliah yg dianggap perlu, tergantung oleh supervisor. Nah, kalau master by coursework, 2 tahun akan ditempuh dengan kuliah plus jika mau, bisa mengambil minor thesis di tahun terakhir, jadi mirip-mirip S1 atau S2 di Indonesia lah.

Upsss.. tapi tunggu dulu, jangan dikira kuliah di sini enak ya, walaupun bolos kuliah tidak masalah, pake sandal jepit kaos singlet juga dibiarkan saja, tapi tugas-tugasnya itu loo.. bisa bikin kita senewen kalau tidak bisa bagi waktu. Kok bisa? Mari kita mulai pembahasan kita tentang jaman s1 saya dulu ya.

Jaman s1 saya dulu saya lalui di salah satu kampus Big-5 di Indonesia. Satu semester paling saya ambil 5-6 mata kuliah (seingat saya). Tugas paling cuma laporan praktikum mingguan (yang itupun bisa saling contek menyontek upsss), presentasi (saya masih ingat betapa culunnya jaman dulu bikin presentasi, satu slide isinya tulisans semua🙂 ), dan ujian semester. Nah, dari pengalaman saya, ujian semester ini yang jadi momok semua mahasiswa dan hampir >70% nilai akhir ditentukan dari ujian ini. Lalu bagaimana dengan tugas-tugas laporan mingguannya? To be honest penilaian laporan mingguan tsb sangat rendah standarnya, asisten yg memeriksa, dengan pemberian nilai yg sangat “generous”, dan penulisan laporan yg sangat effortless karena nggak perlu pake literature review yang mendalam. Kok gak perlu? Ya iya orang bahan pustakanya cukup master laporan dari kakak kelas yang dulu. Heheee..

Nah akibatnya, jadilah kita kelabakan ketika harus menulis skripsi. Bingung gimana akses jurnal, belum lagi kalau jurnalnya bahasa inggris, dan ujung-ujungnya skripsi penuh dengan surat cinta dari sang dosen pembimbing karena kita menyadur referensi dari blablabla wordpress atau blablabla BlogSpot. Hayo yg pernah pake bahan pustaka dari blog orang angkat jari? Hehee😛

Tapi sejujurnya, saya juga tidak menyalahkan mahasiswa-masiswa tsb. Ya bagaimana mereka bisa menulis skripsi dengan baik atau alih2 bisa selevel jurnal internasional kalau dari awal masuk kuliah saja mereka tidak eprnah diajarin cara mengakses jurnal, mengkritisi isinya, dsb? Jadilah skripsi sebagai ajang demam panggung bagi semua mahasiswa, belum lagi kalau dosennya sibuk, sms dosen mau bikin janji saja harus ngetik dan baca sms nya berkali-kali, takut ada salah2 kata.. Alamaaak..

Woops.. terus bagaimana dengan tugas kuliah di Australia? Man, if you wanna get a good mark, do massive literature review, read a lot of books and journals, write your own analysis, then you’ll get High Disticntion! Jangan harap kalian bisa nyontek tugas kakak kelas, itu bisa jadi pelanggaran berat (plagiarms) dan bisa-bisa langsung dianggap Fail dalam mata kuliah tersebut. Jadi setiap semester saya biasanya cuma ambil 4 mata kuliah. Lebih dari itu? silakan bunuh diri. hehehe. Nah, semester ini termasuk semester yg sangat berat menurut saya. Bayangkan walaupun cuma 4 mata kuliah, tapi saya harus menyelesaikan 13 assignments (terdiri dari presentasi, 1500-5000 words reports, modelling, etc) dan satu ujian. Sangat berayt menurut saya karena untuk menyelesaikan satu assignment yg 5000 kata saja memakan waktu satu minggu, itupun dengan syarat stay in the library dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Exhausted! Dan untuk 1 report, biasanya memakakai lebih dari 20 daftar pustaka. Apesnya lagi, belum tentu dengan upaya seperti itu kita bisa dapat High Distinction.. emaaak😥

Emang sih, kampus-kampus di Australia itu terkenal “kejam” masalah assignments. Mereka cenderung menekankan “writing”, dibandingkan dengan beberapa kampus di Europe yg cenderung lebih suka “oral exam” (kata temen yg pernah s2 di Belgia dan Norway). Dan ini memang masuk akal karena jika ingin melanjutkan PhD di Australia, lulus dan tidak lulusnya anda akan ditentukan dari Thesis anda, bukan oral defence, jadi mau nggak mau writingnya harus bagus. Eitss, jangan jiper dulu ya.. hehe. Enaknya, dengan tuntutan standard yg sangat tinggi tersebut, kampus juga memberikan fasilitas yang aduhai. Kita memiliki akses yg hamper tak terbatas ke semua jurnal, buku lengkap, kalau library kampus tidak punya buku yg kita inginkan, kita bisa request dan pihak library akan mencarikannya untuk kita. Enak bukan? hehehe. Lab computer juga buka 24 jam, dan library pun juga demikian. Pokoknya kalau mau jadi penghuni tetap kampus mah bisa banget, tinggal gosok kartu mahasiswa, akses ke beberapa tempat bisa dengan mudah didapat.

Tapi ya itu, kunci kuliah disini bukanlah orang yg cerdas, tapi orang yg gigih, rajin, dan bagus time managementnya. Anda genius tapi malas? kelaut aja. Hehehe. Oh iya, satu lagi, kalau di Indo kan urutan nilai kita biasanya A, B, C, D, E, dimana E=fail. Nah kalau disini High Distinction, Distinction, Credit, Pass, Fail. Tapi, jangan sekali-kali menganggap A=HD, B=D, atau C=Credit. Nooo waaay..

Bisa-bisa saya nangis kalau grade Indo-Oz dianggap sama. ya bagaimana tidak, di Indo niali >75 bisa dapat A, bahkan kurang karena nilai standard yg dipakai adalah rataan kelas. Disini, anda bisa dapat HD kalau total nilai >= 85, D >=75, C>=65, Pass >= 50. Anda dapat border (missal 84.5) dan mengemis2 dosen agar dapat HD? Jangan haraaap si dosen bakalan iba. hehe, 0.5 tetaplah sebuah nominal yg membedakan antara HD dan D. Makanya banyak teman yg berkelakar, ” mendingan gue dapat 75 trs jadinya Distinction daripada dapet 84 tapi sama-sama Distinction, nyeseek”. hahaa, and it’s true, nyeseknya bisa kebawa sampe berminggu-minggu.

Nah, jadi intinya.. kuliah disini harus pinter-pinter bagi waktu, otherwise, bisa tertelan kelamnya dunia “library” dan gak punya waktu buat bersosialisasi. hehehe. Dan kalau semester sudah berakhir, rasanya benar-benar relieved, plooong. So, happy holiday all🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s