Puasa 20 jam-an di OSLO

IMG_1961

Suasana berbuka puasa di dapur asrama bersama students lain from all over the world

Halo people!

Apa kabar? Pasti lagi sibuk persiapan mudik ya? Ehh semoga izin cuti yang sudah dikantongi jauh-jauh hari nggak dicabut ya upps J

Kebetulan tahun ini (lagi) saya tidak bisa berlebaran di kampung halaman. Tahun kemarin lebarannya di atas pesawat (What a pity T___T ), nah tahun ini mendapat kesempatan untuk berlebaran di Oslo, Norway.

Lah kok tetiba Norway? Yups, alhamdulilah dapat rejeki dari Gusti Pengeran untuk mengikuti summer course selama 6 minggu (plus 2 minggu rencana untuk plesir) di University of Oslo. Saya mengambil course “Energy, Environment and Sustainable Development”. Nah cerita-cerita tentang coursenya lain kali saja ya, karena saat ini saya mau membahas tentang puasa.

Betul, puasa saat summer di belahan bumi sebelah utara, apalagi di negara Scandinavian memang cukup “alhamdulillah” tantangannya. In total dalam sehari kita harus berpuasa kurang lebih 20 jam (banyak lebihnya J ), dimulai dari jam 3 an pagi (imsak) dan buka puasa jam 10.45ish.

Hari pertama menginjakkan kaki di Oslo saya memilih untuk tidak berpuasa dulu. Ceritanya karena tidak tahan dengan keringnya udara di dalam pesawat (16 hours flight from Jakarta-Oslo) dan adaptasi dulu dengan cuaca di sini. Yup, people call this summer! But in fact, menurut saya ini sama saja dengan early winter di Lismore, Australia. Suhu udara berkisar antara 10-20 derajat C (bagi saya ini sudah cukup dingin), ditambah dengan breeze yang bikin menggigil. Terbukti setiap malam hidung saya selalu ingusan, meler tiada henti sampai subuh. hehehe

Nah, hari kedua di sini, saya mulai mencoba berpuasa, dan sayangnya, tanpa sahur. Pengalaman hari pertama? Alhamdulillah kuat! Rasa lapar dan haus ya sama lah seperti puasa di Indonesia. Hanya saja yang sedikit membedakan adalah rasa kering dan pahit di tenggorokan setiap pukul 06.00 pm ke atas. Mungkin juga akibat track record maag saya sih. Namun sebenarnya rasa lapar dan haus puasa selama 20 jam lebih bukanlah menjadi masalah berarti. Bagi saya, tantangan terbesar puasa di sini adalah menahan hawa nafsu untuk makan! Bawaannya kepengin mulu saat melihat orang lain makan. Sempat cari-cari excuses untuk berpuasa mengikuti waktu Mekah, namun akhirnya saya kubur dalam-dalam mengingat saya fit 100% untuk berpuasa selama 20 jam-an, just because of the desire to eat, I am not gonna sacrifice my fasting.

Hehe,, tapi serius, godaan untuk makan itu luar biasa sekali. Apalagi melihat menu-menu baru yang disajikan di canteen dormitory (Yes we are catered!) yang super healthy (various salad bar, vegetarian food, potatoes – yes potatoes! J etc), saya hanya bisa ngeces. LOL. Dan setiap jam 6 sore ke atas, saya sudah seperti anak TK yang mulai menghitung waktu mundur waktu berbuka puasa. J

Untungnya di sini ada beberapa fellows dari Tanzania, Uganda, Gambia, Kashmir, Syria, Egypt, Jordan dan beberapa negara middle-east lainnya yang ikut berpuasa 20 jam-an. So, I am not feeling alone! Walaupun ada beberapa kawan Muslim yang memilih untuk tidak berpuasa, kami tetap menghormati pilihan masing-masing.

Selepas magrib, kami biasanya kumpul di kitchen dormitory dan berbuka puasa bersama plus ngobrol hingga jam 12 malam. Ngobrol ngalor ngidul mulai dari topik “poor developing countries” (yang ujung-ujungnya selalu nyinggung US J ) hingga topik religi. Nah jam 12 saya mulai solat Isya’, lalu ngemil hingga subuh (kadang lepas isya langsung tidur sampai subuh) J

 

So intinya, tidak ada yang tidak mungkin asalkan ada niat baik. Alhamdulillah sudah terbukti bahwa tubuh mampu untuk berpuasa 20 jam lebih (dan hanya sekali makan dalam sehari). Yang membuat kita tidak mampu hanyalah mindset dan keyakinan saja. Asalkan sudah yakin mampu, inshaAllah bisa. (tapi tetep sih jujur dari dalam hati masih menunggu-nunggu kapan “bocor” biar bisa keliling dari satu café ke café yang lain.. Ya Allah ampunilah hambamu yang memiliki selemah-lemahnya iman ini T____T)

 

Selamat berpuasa!

(note, yes sejam lagi buka puasa!😛 , oiya, foto buka puasa barengnya menyusul ya)    

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s